Judul : Dunia Sophie
Penulis : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Terbit : 2006
Tebal : 560 hlm.
Mungkin kalau inisiatif dari saya sendiri untuk melahap habis buku yang satu ini, mungkin itu tidak akan pernah, yang namanya belajar filosofi adalah gagasan yang terlalu besar untuk kepalaku yang kecil. Yah, ini adalah paksaan dari beberapa senior saya yang menyuruh saya untuk sedikit saja belajar tentang filsafat melalui buku ini, buku tentang filsafat yang disalurkan dalam bentuk novel. Dan novel ini menganggur selama 1 tahun di rak buku saya, dan baru sekarang ini terjamah.
…pada satu titik, sesuatu pasti bersal dari ketiadaan… (hlm. 15)
Halaman pembuka yang benar-benar mulai memusingkan.
Novel ini menceritakan tentang seorang gadis berusia 15 tahun benrnama Sophie Amundsend tiba-tiba mendapatkan surat misterius dan membuat hidupnya berubah seketika dan sebagai pembaca membuat hidupku juga tiba-tiba menjadi ikut rumit.
Bunyi surat itu : Siapakah kamu?
Bukankah aneh bahwa dia tidak mengenal dirinya sendiri? (hlm. 18)
Kemudian kita dikenalkan dengan para filosof.
- Democritus, penemu teori atom, bahwa segala sesuatu dialam ini mengalir sebab bentuk-bentuk itu datang dan pergi. Namun dibalik dibalik segala sesuatu yang mengalir itu ada beberapa benda yang kekal dan abadi yang tidak mengalir. Dia tidak percaya takhayul dia seorang materialis.
- Socrates. Adalah tokoh paling penuh teka-teki dalam seluruh sejarah filsafat. Dia sangat buruk rupa, perutnya gendut, matanya menonjol dan hidungnya pendek dan besar. Namun dikatakan bahwa batinya sangat bahagia. Kalimatnya yang paling populer hingga saat ini adalah bahwa orang yang bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dia tidak tahu.
- Plato. Dia adalah murid Socrates yang menerbitkan buku tentang teori-teori Socrates. Menurutnya tubuh manusia terdiri dari tiga bagian: kepala terkaot akal, dada terkait kehendak dan nafsu yang terletak di perut. Akal mencita-citakan kebijaksanaan, kehendak mencita-citakan keberanian, dan nafsu harus dikekang sehingga kesopanan dapat ditegakkan.
Sungguh beruntung menjadi Sophie, dia bertemu dengan boneka kesayanganku Winnie the pooh. Saya tidak akan pernah menyangka beruang lucu itu pandai berkata-kata, haha. Dia berkata seperti ini, Tidak penting siapa kita sebenarnya, yang penting adalah bahwa kita adalah kita (hlm. 369)
Kemudian saya paling suka ketika sampai di kaum romantisisme. Para seniman dapat menyediakan sesuatu yang tidak dapat diungkapkan oleh para filosof, menurut kaum romantik. Hanya seni yang dapat membawa kita semakin dekat pada yang terungkapkan.
Yang membuat senang membaca novel ini adalah begitu banyak kata-kata menarik dan mengubah hidup.
- “Pernahka ibu bertanya –tanya mengapa kita hidup, bu?”
“Ya, sebab kini aku tahu jawabnya. Kita hidup di planet ini agar ada manusia yang dapat memberi nama pada segala sesuatu.” (hlm. 140)
- Kematian tidak menakutkan kita, sebab selama kita ada, kematian tidak bersama kita lagi. – Epicurus (hlm. 155)
- Beberapa agama di dunia tertentu mengatakan bahwa orang yang tidak mempercayai Tuhan adalah ateis, seseorang yang tidak mempercayaidirinya sendiri, tidak percaya pada kemuliaan jiwanya sendiri adalah ateis (hlm. 159)
- Cintailah tetanggamu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, sebab engkau adalah tetanggamu (hlm. 159)
- Sesungguhnya, kegelapan itu tidak mempunyai keberadaan sendiri. Itu hanya karena tidak ada cahaya 9hlm. 163)
- Orang yang tidak dapat belajar dari masa 3000 tahun berarti dia tidak memanfaatkan akalnya (hlm. 183)
- Hanya menempuh separuh perjalanan bukan berarti salah jalan (hlm. 185)
- Hanya melalui karunia Tuhan sajalah manusia dapat diluruskan. Sebab balasan bagi dosa adalah kematian (hlm. 235)
- Kebaikan dan kejahatan itu seperti benang putih dan hitam yang menjadi satu jalinan. Kadang-kadang mereka saling berkait dengan begitu erat sehingga mustahil untuk menguraikannya (hlm. 243)
- Memang benar. Sungguh sedih menyadari bahwa tidak ada yang abadi. “Memento mori” yang berarti ingatlah bahwa kamu akan mati (hlm. 249)
- Tuhan tetap Tuhan meskipun semua negeri dihancurkan, Tuhan tetap Tuhan meskipun setiap manusia telah mati (hlm. 252)
- Gagasan tentang Tuhan itu sudah merupakan bawaan, dan sudah dicapkan pada kita sejak lahir, seperti cap pengrajin yang ditempelkan pada hasil karyanya (hlm. 261)
- Anak memandang dunia sebagaimana adanya, tanpa menambahkan sesuatu pada segalasesuatu lebih dari yang dialaminya (hlm. 300)
- Cara kita memandang dunia tergantung dari sudut pandang kita sendiri. (hlm 354)
- Jika otak manusia itu cukup sederhana untuk dapat kita pahami, tentunya kita masih demikian bodoh sehingga kita tidak dapat memahaminya (hlm. 362)
- Para ahli astronomi beranggapan ada dua skenario yang mungkin untuk masa depan alam raya. Alam raya mungkin terus mengembang selamanya sehingga galaksi-galaksi akan semakin terbawa menjauh atau alam raya akan mulai mengkerut lagi. Dan inilah sesuatu yang belum dapat diketahui oleh para ahli astronom (hlm. 547)
Satu-satunya jalan kita menatap ruang angkasa adalah menatap kembali kewaktu sebelumnya. Iyah, karena ketika melihat bintang di bima sakti yang jaunhya 50.000 tahun cahaya dari matahari kita, berarti kita memandangnya 50.000 tahun sebelumnya. Itu kenapa posisi orang yang galau gara-gara masa lalu posisinya selalu menghadap ketas. Haha, menurutku saja!
Mungkin saja, sebelum ini, sayalah yang membaca tulisanmu dan tidak dapat melihatmu. Kini, kamu yang sedang membaca tulisan saya dan tidak dapat melihat saya.
Saya akui bahwa sebagian isi buku ini adalah hal yang tidak dapat kupahami, bahkan jka kucoba untuk membacanya ulang, saya akan merasa belum pernah membacanya.
Kamu tidak akan mengerti seperti saya, maka selamat membaca buku Dunia Sophie.
Hidup itu memang menyedihkakan dan serius, kita dibiarkan memasuki dunia yang indah, kita bertemu satu sama lain disini, saling menyapa dan berkelana bersama untuk sejenak. Lalu kita saling kehilangan dan lenyap dengan cara yang sama mendadaknya dan sama tidak masuk akalnya seperti ketika kita datang (hlm 217)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar