Gebyar Maarif Institute yang sering melontarkan ide ide panas dan aktual dengan meng-atas-namakan Muhammadiyah, sering publikasikan berita berita anti Islam Puritan, dan terperosok pada pola pemikiran Liberal, banyak menuai protes Facebooker Muhammadiyah.
Komentar mereka semua Negatif terhadap keberadaan Maarif Institute, bahkan lebih itu mereka beranggapan kalau Maarif Institute antek Yahudi di Indonesia. Tentunya pendapat mereka bukan tanpa alasan, karena kalau kita telaah tulisan tulisan Maarif Institute menyerang ajaran Islam, dengan cara aktulialisasi pemikiran renten barat yang mau merasa Islam. Meskipun seolah mengangkat Islam, tetapi tak lebih Islam dalam maarif Institute bernabikan Buya Syafii Maari. Itu komentar mereka.
Dari Kedua Group Muhammadiyah yang beranggotakan 60 ribu Orang dan 40 Ribu Orang mensinyalir Maarif Institute itu kepanjangan tangan dari Orang Orang Yahudi yang akan merusak Muhammadiyah. Terbukti dengan merosotnya nilai kecintaan Muhammadiyah pada Anti TBC sudah mula langka, jarang dan takut orang orang Muhammadiyah mengangkat anti TBC yang dianggap tabu oleh Mereka. Keadaan semakin parah, sekolah sekolah Muhammadiyah hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak lagi mencerminkan sekolah Islam, melainkan sekolah dan perguruan tinggi pada umumnya.
Dalam konsteks keulamaan di Muhammadiyah, bisa dilihat dari 13 orang Pimpinan Pusat muhammadiyah, hanya satu persen Ulamanya. Ini menandaskan jauhnya Muhammadiyah dari konsep tajdid yang dibanggakan banyak Orang. Belum lagi figuran Muhammadiyah sering kali menimbulkan konflik intern, yang menggambarkan Muhammadiyah bukan lagi kendaran yang mengusung Dakwah Islam, tandas mereka, seorang Facebookers yang marah membaca artikel Maarif Institute.
Simak komentar para Facebooker berikut ini
- Robin Andespa : Kalau dulu masih asing di telinga mendengar warga muhammadiyah yg ikut tahlilan, yasinan, barzanjian, dst. Dulu tdk terpikirkan jika ada tokoh2 muhammadiyah (apalagi pejabat teras) yg pro syiah, jil, atau pun aliran2 sesat lainnya. Kemurnian aqidah benar2 harga mati. Bahkan, HPT dulu sempat mengharamkan foto Ahmad Dahlan dijadikan sbg hiasan dinding dlm rangka mencegah kultus individu yg bs mengantarkan kpd kesyirikan.Tapi, lihatlah sekarang ,Banyak orang "ngaku" muhammadiyah namun ikut2an tahlilan, yasinan, barzanjian, bahkan sbgian ikut istighatshahan ke kuburan "keramat".Sebagian pejabat teras (bahkan pernah menjadi ketum) tanpa malu2 berkomentar yg pro syiah, jil, aliran2 sesat, dst. Semoga muhammadiyah kembali ke tujuan didirikanya yakni memprioritaskn tauhid dn berantas TBC. Kami rindu tokoh2 muhammadiyah ulama (bukan "cendikiawan", apalagi "politisi") yg benar2 memahami hakikat dakwah Muhammadiyah sbgmaina awalnya. Rindu Buya Hamka, Buya Sutan Mansur, Ki Bagus Hadikusumo, Agus Salim, Pak AR, dll. Bagaimana mereka fokus mendakwahkan tauhid smpai ke pelosok2 negeri. Hingga Pak A.R. pun dulu (bahkan sblm jadi ketum) sempat berdakwah dn mengajar di desa saya, ulak paceh, Sumatera Selata
- Irfan Hidaya:” Akar rumput Muhammadiyah umumnya lantang di tempat. Sangat jarang yg mau tampil ke depan, lantang memimpin mulai dari lingkup lokal seperti pemuda, IRM, IMM, dsb. Jarang baca buku..apalagi menulis. Kalah sama kaum liberal dan syiah yg sangat srmangat menulis, bahkan membuat berbagai percetakan. Sedang orang Muhammadiyaj yg level pendidikan tinggi kebanyakan sudah keracunan akut paham liberal dan mereka rapi, terorganisir serta tidak jarang membuka jalan bagi generasi mendatang yg akan mengawinkan paham liberal dg Muhammadiyah. Pola para pengusung liberal dari dulu kan seperti itu baik di Muhammadiyah maupun kampung sebelah yg malah lebih mudah dikuasai kaum liberal. Namanya juga kampung...Perhatikan saja pola 3 tahap yaitu JIMM > Maarif Institute > inside Muhammadiyah sekarang ini. Makin dalam makin dekat. Tinggal suatu saat nanti kalau para pimpinan yg anti liberal habis ya tinggal putar kemudi persyarikatan menuju kesepahaman akidah dg syiah, JIL, nasrani dan kaum abangan.”
- Refresh Husen :”kita ngaji dan ngaji...harus berilmu bukan cuma pendidikan tinggi tp keropos pendidikan agamanya,,, menafsirkan dasar agama semaunya dengan mengedepankan hawa nafsu.....itulah muhammadiyah era sekarang ini,,,, bahaya ada didepan mata SYIAH, LIBERAL, itulah penggerogot muhammadiyah yg nyata,,, jgn malah membenci sesama ahlussunah , yg ngaji malah dibilang salfy , wahabi, islam garis keras , teroris dll,,, ayo jgn menutup diri dengan taklid organisasi dan ketokohan malah melupakan dasar islam ,,, ane kecewa”.
- Saidiman Ahmad : “sekedar menambahkan, apa yang terjadi pada tema-tema pemikiran Dr. Haedar Nashir yang mengatasnamakan Muhammadiyah dalam case launching Buku “Fikih Kebhinekaan” di gedung Muhammadiyah menurut pengamatan saya pribadi HANYALAH melanjutkan jalan panjang yang sebelumnya dilakukan oleh Buya Prof. Ahmad Syafii Maarif melalui pintu 'Maarif Institute' DAN sebelumnya juga diprakarsai oleh JIMM (jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah) yang kalau ditelusuri lebih ke akarnya akan ketemu dengan pemahaman JIL (jaringan Islam Liberal) yang lkalau ke akar utama akan bertemu para Orientalis masa jadul. Mungkin pengamatan saya salah atau keliru. Bisa meleset atau melenceng juga.Namun apapun yang sedang terjadi pada Muhammadiyah saat ini tetap akan diperjuangkan sesuai dengan kesanggupan. Pun bila pada masa mendatang harus karam oleh imam dan para makmum yang liberal, tidak ada kata lain selain tinggalkan kapal besar ini mencari selamat daripada bermakmum kepada yang bathil pemahaman keislamannya setapak demi setapak..Ahmad Dahlan sudah lama mengingatkan bahwa, "Tidak mungkin agama Islam lenyap dari dunya, tetapi tidak mustahil . . . " Ah saya tidak sanggup menulis kelanjutannya. Dan ini diperkuat juga dengan nasehat dalam QS Al Bawarah 2:214 yang menasehatkan, "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." Tugas hidup hanya menyelamatkan diri dan keluarga dari ancaman adzab dunya akhirat karena berpaling dari Quran dan Sunnah, bukan untuk menyelamatkan ormas manapun kalau memang tidak bisa diperbaiki lagi dan lebih bersekutu dengan kaum plural, liberal, feminimism, liberal, syiah, kuffat bahkan abangan dalam urusan keimanan.
Pernyataan Mereka ini mewakili ratusan komentar yang mirip sangat menentang kehadiran Maarif Institute yang dikategorekan sebagai kendaran menuju pemurtadan Muhammadiyah. Bukan saja karena tulisannya yang terang terangan melecehkan ayat ayat Allah sekitar kepemimpinan, disinyalir Maarif Institute mau merobohkan Muhammadiyah. Kalau dijaman Kyai Ahmad dahlan getol membersihkan Aqidah Islam dari pengaruh kejawen, justru sekarang beranggapan Kejawen sebagai aset kebudayaan yang harus dilestarikan. Naudzubillah mindzalik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar